OpenAI Umumkan ChatGPT Model Baru Lewat Live Streaming, Sam Altman: Ini Bukan Mesin Pencarian

OpenAI Umumkan ChatGPT Model Baru Lewat Live Streaming, Sam Altman: Ini Bukan Mesin Pencarian

Smallest Font
Largest Font

IDNStart.com - OpenAI mengumumkan bakal menyiarkan langsung secara livestreaming tentang peluncuran model baru ChatGPT. Rencananya, live streaming bakal dimulai pada Senin, 13 Mei 2024 jam 10 pagi waktu setempat.

OpenAI menjelaskan, acara tersebut merupakan "kesempatan untuk mendemonstrasikan beberapa pembaruan ChatGPT dan GPT-4."

CEO OpenAI, Sam Altman, membantah acara tersebut merupakan peluncuran ChatGPT versi baru yang sebelumnya dirumorkan bernmaa ChatGPT-5.

"Ini bukan GPT-5, bukan mesin pencarian. Kami telah bekerja keras untuk beberapa hal baru yang kami pikir akan disukai orang,” kata Sam Altman, seperti diberitakan Techcrunch.

Keterangan Altman sekaligus membantah laporan Reuters yang diterbitkan awal pekan ini.

Dalam laporan itu, disebutkan jika OpenAI berencana untuk mengumumkan produk mesin pencarian bertenaga AI, sehari sebelum konferensi pengembang Google I/O.

Laporan tersebut juga mengatakan bahwa tanggal pengumuman "dapat berubah."

The Information dan Bloomberg sebelumnya juga melaporkan bahwa OpenAI tengah mengembangkan produk mesin pencarian.

Menurut The Information, produk ini sebagian akan didukung oleh Bing milik Microsoft, yang mana perushaan tersebut merupakan investor dan mitra utama OpenAI.

Sementara itu, Bloomberg mengatakan bahwa produk ini akan berfungsi sebagai fitur dalam ChatGPT, memungkinkan chatbot untuk mencari di web dan mengutip sumber.

Seperti diketahui, selama ini ChatGPT hanya menampilkan hasil pencarian tanpa menyertakan sumber di dalamnya. Fitur ini disebut akan membuat ChatGPT lebih trsuted.

Live Streaming peluncuran ChatGPT model baru tersebut dimulai pada pukul 10 pagi hari Senin. Semua orang bisa menyaksikannya di situs web OpenAI.

Sejarah ChatGPT

ChatGPT dan pendahulunya bermula pada tahun 1990-an ketika riset kecerdasan buatan (AI) menarik perhatian dunia teknologi.

Chatbot AI pertama dibuat oleh MIT dengan nama A.L.I.C.E, yang menggunakan sistem pemrosesan bahasa alami untuk berkomunikasi dengan manusia.

IBM kemudian menciptakan chatbot AI sendiri dengan nama Watson, yang menggunakan algoritma AI dan pemrosesan bahasa alami untuk memberikan jawaban dalam percakapan seperti manusia.

Pada tahun 2016, Microsoft Cortana, Google Allo, M Facebook, dan Siri Apple diluncurkan dengan kemampuan chatbot AI.

Pada tahun 2018, ChatGPT dikembangkan setelah rilisnya model Generative Pre-trained Transformer (GPT) oleh OpenAI.

Model GPT dapat menghasilkan respons yang mirip dengan manusia dalam menjawab pertanyaan dan percakapan.

Model ini yang menjadi inspirasi bagi pengembangan ChatGPT, sebuah platform chatbot hibrid yang menggabungkan teknologi pemrosesan bahasa alami dan GPT.

OpenAI merilis demo awal ChatGPT pada tanggal 30 November 2022. Chatbot tersebut dengan cepat menjadi viral di media sosial saat pengguna membagikan contoh apa yang dapat dilakukannya.

Kini, ChatGPT udah 4 kali mengalami pembaruan, terakhir bernama GPT-4. GPT-1, model yang diperkenalkan pada Juni 2018, merupakan iterasi pertama dari seri GPT (generative pre-trained transformator) dan terdiri dari 117 juta parameter.

Selanjutnya pada pada Februari 2019, GPT-2 resmi dirilis dengan menyajikan peningkatan signifikan, yakni punya 1,5 miliar parameter.

GPT-3 diluncurkan pada bulan Juni 2020. Model ini punya 175 miliar parameter. Kemampuan pembuatan teksnya yang canggih membuat penggunaannya bisa secara luas berbagai aplikasi, mulai dari menyusun email dan menulis artikel hingga membuat puisi dan bahkan menghasilkan kode pemrograman.

Model ini juga menunjukkan kemampuan menjawab pertanyaan faktual dan menerjemahkan antar bahasa.

GPT-4, versi terbaru, melanjutkan tren peningkatan ini dengan beragam perubahan seperti penyelarasan model yang ditingkatkan dengan kemampuan untuk mengikuti niat pengguna.

Model ini juga diklaim lebih kecil kemungkinannya untuk menghasilkan keluaran yang menyinggung atau berbahaya.

Akurasi informasi yang ditampilkan juga lebih faktual. Selain itu, GPT-4 juga dinilai puanya kemampuan untuk mengubah perilaku sesuai permintaan pengguna.

Sejarah Open AI

OpenAI didirikan pada bulan Desember 2015 oleh Sam Altman, Greg Brockman, Elon Musk, Ilya Sutskever, Wojciech Zaremba, dan John Schulman.

Namun, kini Elon Musk tidak lagi terlibat dalam OpenAI. Sam Altman kemudian ditunjuk sebagai CEO organisasi tersebut saat ini.

Pada 2023, OpenAI bernilai $29 miliar dan perusahaan sukses mengumpulkan total pendanaan $11,3 miliar selama tujuh putaran.

Pada bulan Januari 2023, Microsoft memperluas kemitraan jangka panjangnya dengan OpenAI dan mengumumkan investasi bernilai miliaran dolar untuk mempercepat terobosan AI di seluruh dunia.

Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Berita Terkait

Paling Banyak Dilihat