Pencipta AI Menyesal Telah Kembangkan Teknologi AI : Kini Peringatkan Bahaya di Masa Depan!

Pencipta AI Menyesal Telah Kembangkan Teknologi AI : Kini Peringatkan Bahaya di Masa Depan!

Smallest Font
Largest Font

IDNStart.com - Teknologi seperti pisau bermata dua, dapat dimanfaatkan untuk kebaikan, tapi juga bisa menjadi pisau pembunuh untuk penggunanya. Tidak dipungkiri, bahwa teknologi saat ini telah banyak mengubah perilaku, memberikan dampak persepsi terhadap apa yang disaksikan dan dirasakan oleh para pegiat dunia digital.

Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) adalah teknologi yang meniru kecerdasan manusia. Saat ini AI berkembang terlalu cepat, sehingga membuat sebagian pakar ketakutan akan dampak yang dibawa AI dapat membawa kepunahan pada umat manusia.

Sebelumnya, pada tahun 2014, Elon Musk pernah memberikan pernyataan bahwa “AI bisa lebih berbahaya dari nuklir”. Pada waktu itu mungkin orang banyak meremehkan ucapannya, tapi belakangan ini peringatan Elon Musk sepertinya mulai terbukti.

Geoffrey Hinton, adalah seorang ilmuwan komputer dan psikolog kognitif asal Inggris-Kanada, yang dianggap sebagai salah satu tokoh terpenting dalam sejarah AI. Pria kelahiran London 1947 ini adalah seorang pemimpin visioner yang telah membantu pembentukan AI di masa depan.

Ia sering disebut sebagai Godfather AI atau bapak kecerdasan buatan. Geoffrey Hinton adalah pencipta artificial intelligence (AI), dalam pengumuman pengunduran dirinya dari Google dalam sebuah pernyataan kepada New York Times, mengatakan dia sekarang menyesali pekerjaannya.

Hinton mengaku menyesal telah mengembangkan teknologi kecerdasan buatan tersebut. Ia menyebut Chatbot AI cukup menakutkan, karena dapat menjadi lebih cerdas daripada manusia dan dapat dieksploitasi oleh pelaku kejahatan.

Sebagai bentuk penyesalannya, ia memutuskan keluar dari raksasa teknologi, yaitu Google. Sebelumnya, Geoffrey dipekerjakan oleh Google selama satu dekade untuk membantu mengembangkan teknologi AI perusahaan, dan pendekatan yang dia rintis ternyata telah membuka jalan bagi sistem yang ada saat ini seperti ChatGPT.

Hinton telah bersuara di mana-mana untuk memperingatkan bahayanya, dalam salah satu wawancara ia mengatakan “AI sangat ahli dalam memanipulasi, karena mereka belajar dari kita”. Salah satu puncaknya, pada bulan Maret tahun 2023, ia mengkampanyekan “Langkah Mundur” terhadap percepatan kemajuan AI ini.

Sebuah surat terbuka yang ditandatangani bersama puluhan orang di bidang AI, termasuk miliarder teknologi, yaitu Elon Musk juga turut menyerukan penghentian semua pengembangan yang lebih maju daripada versi chatbot AI saat ini, yaitu ChatGPT.

Sehingga, langkah-langkah keamanan yang kuat harus dirancang terlebih dahulu, dan diimplementasikan dalam pencegahan percepatan perkembangan AI ini. Yoshua Bengio, yang juga disebut sebagai bapak baptis AI, bersama Hinton dan Yann LeCun yang memenangkan Turing Award 2018 atas karya mereka dalam pembelajaran mendalam, juga menandatangani surat tersebut.

Namun, di sisi lain secara bersamaan Hinton juga seolah ingin menekankan bahwa dia tidak ingin mengkritik Google, menurutnya raksasa teknologi itu “sangat bertanggung jawab” terhadap apa yang mereka ciptakan.

Dalam sebuah pernyataan, kepala ilmuwan Google Jeff Dean mengatakan: "Kami tetap berkomitmen terhadap pendekatan yang bertanggung jawab terhadap AI. Kami terus belajar untuk memahami risiko yang muncul sambil juga berinovasi dengan berani."

Di tengah gencarnya kampanye untuk memperingatkan bahaya AI ini, penting untuk diingat bahwa chatbot AI hanyalah salah satu aspek dari kecerdasan buatan, meskipun merupakan yang paling populer saat ini.

Kemajuan teknologi mungkin memang tidak bisa kita hindarkan, dan segala dampak yang terjadi adalah bagian dari resiko perkembangannya. Sebagai seorang manusia yang dikaruniai akal untuk menjalankan proses berpikir dari hasil belajar, kita tetap harus mempertahankan value tersebut.

Agar kemudian dapat menyeimbangkan diri dengan apa yang akan terjadi di masa mendatang. Tugas kita saat ini adalah terus belajar beradaptasi dengan perubahan zaman. Dan manfaatkan setiap perkembangan teknologi yang ada sebagai ajang mendapatkan peluang yang positif.

Walaupun peringatan bahaya AI telah disiarkan dimana-mana, bahkan oleh para penciptanya sendiri, mari menghadapi segala ketidakpastian zaman ini dengan tetap berpegang teguh pada norma kehidupan untuk menggunakan teknologi pada hal-hal yang baik.

Sumber referensi : BBC Indonesia, Liputan6.com

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Berita Terkait

Paling Banyak Dilihat