Dampak Teknologi AI dalam Dunia Pendidikan : Menelaah Krisis Keterampilan Berpikir pada Pelajar Indonesia Akibat AI di Tahun 2024

Dampak Teknologi AI dalam Dunia Pendidikan : Menelaah Krisis Keterampilan Berpikir pada Pelajar Indonesia Akibat AI di Tahun 2024

Smallest Font
Largest Font

IDNStart.com - Kemajuan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) memang memberikan banyak kemudahan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. Namun di samping itu, menjadi kekhawatiran baru akan dampak negatifnya bagi para pelajar yang mengaksesnya.

Saat ini semakin banyak fitur AI yang memberikan kemudahan bagi dunia pendidikan, mulai dari merancang ide sampai menganalisis suatu kajian ilmu setara mahasiswa. Bagi sebagian pelajar hal ini tentu menguntungkan, karena dapat menghemat waktu dengan menggunakan AI dalam menyelesaikan tugas mereka.

Bahkan, tugas meresume buku yang biasanya menghabiskan waktu sehari atau dua hari, kini dengan AI mampu diselesaikan kurang dari 5 menit. Dengan berbekal tools AI seperti Chat GPT, Quillbot, Otter AI, Grammarly, Bing, Stepwise Math, dan lainnya. Sungguh menakjubkan bukan? Tapi, segala kemudahan tersebut tentu diiringi dengan dampak negatif yang tidak bisa dihindarkan. Salah satunya kemampuan keterampilan berpikir para pelajar yang kian dikhawatirkan dalam proses belajarnya.

Belajar adalah proses atau upaya untuk mendapatkan perubahan tingkah laku, baik dalam pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai positif sebagai suatu pengalaman dari berbagai materi yang telah dipelajari. Jika kemudian proses tersebut dilewati, maka akan ada yang kurang dari aspek berpikirnya.

Sejatinya, belajar bukan hanya menyelesaikan tugas yang diberikan dari sekolah atau universitas, tapi bagaimana seorang pelajar mampu menjalani prosesnya dengan baik untuk menghasilkan suatu keterampilan baru yang positif. Maka, jika proses tersebut kemudian dilewati dengan cara yang begitu instan, yaitu dengan teknologi AI, bukan melewati proses berpikir mereka, maka tujuan dari pendidikan belum tercapai.

AI dengan segala fitur canggihnya memang menggiurkan, tapi menggunakannya dengan tidak bijak adalah kesengsaraan. Ketergantungan yang berlebihan pada AI dapat menyebabkan seorang pelajar menghadapi krisis pengetahuan yang mencakup kurangnya pemahaman mendalam terhadap akademik, ketidakmampuan berpikir kreatif dan kritis, dan kurang mampu beradaptasi dengan perubahan.

Selain itu, menggunakan AI secara berlebihan juga dapat menimbulkan sifat individualisme pada pelajar. Hal ini dikarenakan kurangnya kolaborasi atau diskusi yang seharusnya dilakukan dalam proses belajar tersebut. Karena terlalu mengandalkan AI, maka hal ini menyebabkan krisis pengetahuan yang tidak main-main di kalangan pelajar. Bahkan, bagi sebagian pelajar yang sudah kecanduan menggunakan AI dalam menyelesaikan tugasnya, mereka melewati tahap dalam memahami konsep-konsep dasar dalam pelajaran.

Hal ini akan menjadi masalah yang semakin besar saat tidak ditanggulangi dengan pencegahan atau batas-batas penggunaan AI di dunia pendidikan. Karena dampaknya akan semakin luas, mulai dari melemahnya kemampuan berpikir, sampai ke dunia kerja pun akan berdampak. Bayangkan saja, seorang pelajar yang selalu dimanjakan dengan instannya berpikir dihadapkan dengan dunia kerja yang kompleks dan penuh tantangan. Tentu bukan sesuatu yang mudah untuk dihadapi.

Apalagi saat ini Indonesia sedang menghadapi bonus demografi, atau kondisi di mana jumlah penduduk berusia produktif (15-64 tahun) lebih banyak dibandingkan dengan penduduk yang tidak produktif (di bawah 5 tahun dan di atas 64 tahun). Peluang tersebut tentu harus diiringi dengan kualitas penduduknya agar tidak menjadi masalah baru. Anak muda adalah salah satu harapan suatu negara, karena di masa depan seluruh tatanan kenegaraan ini akan dipegang oleh anak muda. Maka, tugas dunia pendidikan saat ini adalah menghasilkan para cendekiawan muda yang mampu berpikir dengan kritis dan kreatif.

Oleh karena itu, kemajuan AI tetap harus disambut dengan baik. Tapi, bukan untuk membuat para pelajar malas berpikir. Seharusnya menghadapi era reformasi digital ini meningkatkan motivasi agar dapat menciptakan kreatifitas yang lebih menakjubkan di masa depan. AI dengan segala kemudahannya akan memberikan manfaat bagi siapa saja yang bijak dalam menggunakannya. Sebaliknya, hal ini hanya akan memberikan dampak negatif jika tidak bijak dalam memanfaatkannya.

Baca berita lainnya tetang bahaya AI :  https://idnstart.com/bahaya-ai-daftar-10-pekerjaan-yang-terancam-digantikan-oleh-ai

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    1
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Berita Terkait

Paling Banyak Dilihat