Buat yang Sedang Merintis Startup, Ini Daftar Bank di Indonesia yang Siap Berikan Modal Usaha

Buat yang Sedang Merintis Startup, Ini Daftar Bank di Indonesia yang Siap Berikan Modal Usaha

Smallest Font
Largest Font

IDNStart.com - Perkembangan startup di Indonesia makin melejit. Berdasarkan data hingga 11 Januari 2024, terdapat 2.562 startup di Indonesia. Tak main-main, jumlah ini menjadi yang terbanyak di Asia Tenggara dan nomor 2 di Asia. Selain itu, jumlah ini juga menjadi terbanyak ke-6 di dunia.

Salah satu faktor berkembangnya startup di Indonesia ini adalah kemudahan pembiayaan dari berbagai bank yang ada di Indonesia, baik berstatus BUMN maupun swasta. Permodalan ini jadi modal utama menggerakkan perekonomian perusahaan.

Meski begitu, amat disayangkan karena banyak juga startup di Indonesia yang tak bisa bersaing dan memutuskan gulung tikar. Per 30 November 2023 lalu, terdapat 17 startup yang akhirnya tutup, salah satunya marketplace JD.ID. Jumlah ini pun diprediksi akan terus meningkat.

Berdasarkan hal tersebut, banyak Bank yang akhirnya memikirkan kembali untuk memberikan pembiayaan pada startup. Namun, sebagian bank juga masih optimis terhadap dunia usaha rintisan ini hingga terus konsisten memberikan pembiayaan.

Terdapat banyak bank di Indonesia yang membuka peluang memberikan permodalan untuk startup. Buat yang sedang merintis ranah ini, simak daftar di antara bank yang memberikan penawaran tersebut:

BCA

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memberikan permodalan kepada para perusahaan-perusahaan rintisan digital atau startup melalui entitas anaknya PT Central Capital Ventura (CCV).

BCA sendiri memanfaatkan program CCV ini untuk mempelajari perkembangan dan dinamika dunia startup di Indonesia.

Berbagai kegiatan usaha dilakukan CCV BCA ini, antara lain antara lain melakukan investasi penyertaan kepada perusahaan fintech dan perusahaan fintech-enabler, serta mengeksplorasi potensi embedded fintech dari perusahaan startup non-fintech.

Embedded fintech sendiir merupakan salah satu produk CCV BCA yang menawarkan produk finansial startup seperti edu-tech, health tech, digitalisasi UMKM, dan sebagainya.

CCV BCA senantiasa mengamati dinamika terjadi di pasar. Mereka akan melebarkan sayap untuk menjajaki peluang investasi pada sektor-sektor digital potensial, terutama yang mendukung bisnis inti BCA.

CCV Bank BCA ini telah beroperasi sejak 2017. Sekira 30 startup sudah menerima pendanaan dari CCV Bank BCA ini. BCA melalui program akselerasi bernama SYNRGY Accelerator juga telah berhasil meluluskan 79 startup.

CCV BCA saat ini tengah fokus pada bidang Fintech dan fintech enabler, sesuai dengan misi perusahaan untuk membangun ekosistem digital bagi BCA.

Bank Mandiri

PT Bank Mandiri Tbk memberikan pinjaman pendanaan kepada startup di Indonesia melalui modal venturanya Mandiri Capital Indonesia (MCI).  Hingga saat ini MCI Bank Mandiri telah menyalurkan dana kepada 23 perusahaan startup dari berbagai bidang.

Berbagai perusahaan startup cukup besar juga menerima pembiayaan lewat program ini, di antaranya bidang payment solution seperti Yokke dan PTEN, bidang e-wallet yaitu LinkAja serta bidang healthcare yaitu FitAja.

Selain itu, pembiayaan ini juga meliputi bidang commerce/fintech enabler yang diberikan kepada GoTo dan Bukalapak, bidang digital signature pada PrivyID, bidang open banking pada AyoConnect, bidang data compression pada Kecilin, serta bidang agritech pada Agriaku dan Crowde.

Selanjutnya ada di bidang ERP SaaS yaitu Mekari, bidang B2B commerce yaitu Sinbad, bidang insurtech yaitu Qoala, bidang P2P lending yaitu Investree, Koinworks, dan Amartha, bidang MSME Tech Solution yaitu iSeller.

Belum selesai, pembiayaan oleh Bank Mndiri ini juga diberikan pada Agriaku, bidang Biodegradable Greenhope, bidang edutech Cakap, serta bidang aquatech Delos.

Namun tak sembarangan. MCI Bank Mandiri selektif dan bijaksana terlebih di masa-masa tech winter untuk memberikan pembiayaan pada startup. Sementara startup di Indonesia sendiri saat ini banyak yang menurunkan ekspektasi valuasinya.

BNI

PT BNI Modal Ventura atau BNI Ventures (BNV) juga jadi lumbung permodalan bagi startup. BNI Ventures milik Bank BNI ini sudah investasi di dua startup per akhir 2023. Sama sepert Bank Mandiri, BNV punya Bank BNI juga sudah berinvestasi untuk bidang data compression pada Kecilin.

BNI tak menutup kemungkinan untuk investasi di sektor potensial lainnya, seperti agritech, aquatech dan energytech. Selain itu, yang berhubungan juga dengan impact dan climate change sesuai dengan visi misi perusahaan.

BTN

Pada akhir 2023 lalu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menggandeng PT Mandiri Capital Indonesia (MCI) membentuk program pendanaan bertajuk BTN Fund. Bank BTN dan MCI siap memberikan suntikan dana pada perusahaan startup yang bergerak di bidang properti dan industri.

Tak hanya memberikan permodalan, program ini juga diharapkan meningkatkan kapabilitas Bank BTN dalam sektor perumahan di tengah momentum stimulus pajak 0% untuk rumah di bawah Rp 2 miliar dari pemerintah.

Bank BTN pun siap merambah permodalan untuk bidang startup lain, di antaranya proptech, mortgage tech, fintech, embedded finance, construction tech, open finance, SaaS, dan sektor strategis lain.

CIMB Niaga

Sedikit berbeda dengan yan lain, PT Bank CIMB Niaga Tbk mendukung pembiayaan startup sektor digital khususnya finance technology (Fintech) melalui skema channeling. Harapannya, nasabah baru pengelola startup dapat kebagian manfaat program ini.

Skema channeliing CIMB Niaga ini disalurkan untuk pembiayaan atau kredit untuk kebutuhan konsumtif maupun produktif. Tidak main-main, program ini diharapkan bisa meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.

Sama seperti kebanyakan bank besar lainnya, CIMB Niaga tetap berhati-hati memberikan pendanaan pada startup dan selalu mengacu kepada kriteria penilaian kredit yang berlaku di perusahaan.

Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Berita Terkait

Paling Banyak Dilihat